Lahir di Blitar, 10 April 1969. Alamat kontak: Jl. Merpati I/7 RT 26 RW 07 Perumahan Wismasari Semambung Sidoarjo. Telp 031- 8667146 HP 081 330 65 78 45. E mail: zahiria@yahoo. com. Blog: http://kamarbudaya. wordpress. com,  http://teaterapakah .blogspot. com dan http;//sastraapakah .blogspot. com.

Lulus jurusan seni rupa IKIP Surabaya tahun 1994. Bergaung dengan teater Institut Surabaya sejak tahun 1990. Tetapi dia juga sudah aktif di teater sejak 1985 di Blitar dengan teater Gumyek. Tahun 1992-1993 dia pernah menjabat sebagai ketua umum teater Institut Surabaya.

Tahun 1994-1997:Bergaung di Teater Ideot Malang .

1995: Aktor Orang Gila di Atas Atap sutradara Meimura di Festival WR Supratman, Surabaya .

Menulis naskah: Orang Orang Bawah Tanah (1994), Orde orde mimpi (1995), Monumen (1997), Serpihan Kaca Pecah (1997), Istana Maya (1998), Pemilu-an (2002), Terompet Senjakala (2003-2006), Hikayat Perlawanan Sanikem: Nyai Ontosoroh (2006-20070, Monumen Monumen (2007).

Naskah monolog yang pernah ditulis:
Monolog Peperangan (2000), Biografi Kursi Tua (2001, Bingkai Kanvas Kosong (2003), Teriakan Teriakan sunyi (2004), Retorika Lelaki Senja (2005).

Project Officer Teater Festival Seni Surabaya 2004, 2005,  2007;  Koordinator Program Festival Seni Surabaya 2008.

Menerbitkan kumpulan cerpen Mimpi Jakarta (Taman Budaya Jatim). Saat ini Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Jawa Timur dan wartawan harian Surabaya Post.

info: “abdul malik” <filantrophi@yahoo.com>

Lahir di Jombang, 28 April 1965. Aktif berteater sejak 1982. Beberapa karyanya telah mendapat penghargaan baik di tingkat regional maupun nasional. Beberapa repertoar yang pernah ditulis, meliputi: JKLA (1988), JKSA( 1989), Rayap Rayap (1990), Luka Memanjang (1992), Tujuh Dosa Mematikan (1994), Benyal(1990) , Orasi Kota Santri (1996), Puisi Panjang Manusia Sepi 2003).

Beberapa pementasan yang sempat terekam adalah JKLA (Blitar, 1992), JKLA (Batu, Malang, 1989), Rayap rayap (Kediri, 1990), Benyal (Surabaya, 1990), Pasar bubrah (Surabaya, 1991), Kapai Kapai (Jombang, 1986 dan 19920, Kocak Kacik (Jombang, 1990), Nyonya Aoi (Malang, 1990), Orasi Kota Santri (Drama kolosal 750 pemain, 1996), Orasi Anak Zaman (Drama kolosal 1500 pemain, 1996), Makam Bisu (Bandung, 1996), Dokter Gadungan (Jombang, 1994), NOL (Jombang, 1995), sebagai aktor lakon Julius caesar (Jombang, Surabaya, malang, Jember, 2002), Semar gugat (Jombang, 2001), Puisi Panjang Manusia Sepi (Yogyakarta, 2003),  san pek eng Tay (Jombang, 2005), Kapai Kapai (Jombang, Surabaya, 2006).

Beberapa karya dalam bidang penelitian antara lain: Eksistensialisme Putu Wijaya (1996), Revitalisasi Besutan (1998), Pesan Profetik Arifin C Noer (1998), Aspek Mantifact dan Sosifact Serat Jaka Sabar (2000), Serat Joko Sabar : Sebuah Kajian Filologis (2001), Revitalisasi Wayang Topeng Jati Duwur (2004), Revitalisasi Sandur Manduro (2005). Sekarang sedang menyiapkan penelitian Melacak Sejarah Berdirinya Kota Jombang bersama tim peneliti dari UGM.

Alumnus Pascasarjana (Program S2, BKU Filologi), Universitas Padjajaran Bandung ini, aktif juga dalam bidang pendampingan teater pelajar di Jombang dan seorang perintis/ pelopor pertumbuhan dan perkembangan teater se Jombang. Selain itu, dia aktif diundang sebagai pengamat kesenian dan sebagai pembicara dalam kegiatan workshop dan diskusi dalam berbagai peristiwa kebudayaan. Sekarang bekerja sebagai dosen di STKIP PGRI Jombang dan guru di SDN Jombatan V, sembari nyambi sebagai pemulung manuskrip dan cerita-cerita lisan/puisi rakyat yang berkembang di Jombang.

Tercatat sebagai salah satu penggagas dan pendiri Komunitas Tombo Ati Jombang pada tanggal 3 Agustus 1996.

Alamat kontak: Sanggar Komunitas Tombo Ati Jl Arif Rahman Hakim 7 Jombang. Email: igar.teater@ yahoo.co. id. HP 081 23 40 333 11.

info: “abdul malik” <filantrophi@yahoo.com>

DENPASAR, SABTU–Maestro penari Bali, Ni Ketut Cenik yang sudah berusia 82 tahun, bersama tiga orang cucu dan cicitnya, dijadwalkan unjuk kebolehan mengawali festival budaya, seni dan lingkungan “Gempita Gianyar 2″.

Empu penari Bali itu dalam formasi tari yang melibatkan tiga generasi, bakal menyuguhkan tarian kreasi baru di panggung “Exotic Culture” di Pucak Payogan, Gianyar, Jumat (14/11) malam.

Menurut Marcus Kandou dan Bayu Rahanata, panitia Gempita Gianyar 2, Ni Ketut Cenik menyuguhkan tarian baru yang belum pernah dipertontonkan di hadapan publik.

“Penari tiga generasi dalam satu panggung menampilkan tarian baru. Tentu akan menjadi suguhan yang luar biasa pada pembukaan festival itu,” ucap Bayu Rahanata.

Panggung pembukaan festival yang diupayakan bisa menarik minat banyak wisatawan asing dari berbagai negara itu juga menghadirkan bintang tamu Gita Gutawa, yang akan membawakan sejumlah lagu tradisional Bali.

Gita Gutawa juga akan tampil pada hari berikutnya dalam paduan suara bersama 150 anak-anak, mengiringi kegiatan bertajuk “Romancing the Nature in Paradise-A Green Gathering”, berupa aksi pelestarian lingkungan.

Kegiatannya meliputi pelepasan tukik atau anak kura-kura dan penanaman pohon kelapa serta camplung sebagai simbol kepedulian terhadap fenomena pemanasan global.

Menurut Bayu Rahanata, kegiatan lingkungan di Pantai Masceti, Gianyar itu melibatkan partisipasi masyarakat sekitar, baik persiapan maupun pelaksanaannya.

Kemudian disusul “Pesta Tenun” bersama Thomas Sigar yang berkolaborasi dengan Putri Ayu Tenun Gianyar guna menciptakan terobosan baru agar produk tenun bisa diterima di blantika fashion Indonesia.

Thomas Sigar menggandeng dua perancang busana terkemuka Bali, Tjok Abi dan Tude, mempersembahkan 40 karya rancang tenun Bali terbaik.

“Melalui kegiatan bertema ’Mencumbu Alam di Bumi Kahyangan’, kami berharap bisa menyajikan atraksi yang unik dan kegiatan lingkungan yang mampu menarik perhatian umum, termasuk wisatawan asing,” tambah Bayu Rahanata.(ANT/JY)/

Kompas.com (Sabtu, 15 November 2008 | 04:44 WIB)

Teater (Bahasa Inggris “theater” atau “theatre”, Bahasa Perancis “théâtre” berasal dari Bahasa Yunani “theatron”, θέατρον, yang berarti “tempat untuk menonton”) adalah cabang dari seni pertunjukan yang berkaitan dengan akting/seni peran di depan penonton dengan menggunakan gabungan dari ucapan, gestur (gerak tubuh), mimik, boneka, musik, tari dan lain-lain. Bernard Beckerman, kepala departemen drama di Univesitas Hofstra, New York, dalam bukunya, Dynamics of Drama, mendefinisikan teater sebagai ” yang terjadi ketika seorang manusia atau lebih, terisolasi dalam suatu waktu/atau ruang, menghadirkan diri mereka pada orang lain.” Teater bisa juga berbentuk: opera, ballet, mime, kabuki, pertunjukan boneka, tari India klasik, Kunqu, mummers play, improvisasi performance serta pantomim.

source:  id.wikipedia.org

logoen.pngIngin tahu banyak tentang Teater Garasi? Silakan berkunjung langsung ke situs resminya di www.teatergarasi.org.

Next Page »